Yuk, Mengenal Lebih Dekat Macam-macam Jenis Material Atap Rumah


Atap rumah merupakan salah satu bagian terpenting dalam membangun rumah. Di kala hujan, atap lah yang akan melindungi Anda sekeluarga dari kebasahan dan kedinginan. Di kala siang, atap jua lah yang akan melindungi Anda dari teriknya sinar matahari. Begitu pentingnya peran atap tentu menandakan bahwa Anda tidak boleh sembarangan dan asal dalam memilih jenis material atap.

Ada banyak hal yang harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dalam pekerjaan pemasangan atap, selain teknik pemasangan, pemilihan jenis bahan atap juga harus dilakukan dengan hati-hati.

Atap, atau yang biasa orang Indonesia sebut dengan genteng ini hadir dalam berbagai bentuk, dan material yang setiap jenisnya dibanderol dengan harga pasaran yang berbeda-beda. Untuk dapat memilih jenis genteng yang sesuai untuk Anda, Anda harus pintar-pintar mempertimbangkan aspek yang satu ini. Ya, aspek keuangan. Jangan sampai jenis genteng yang Anda pilih tidak sesuai dengan alokasi bujet yang telah Anda rencanakan di awal. Untuk itu, Anda perlu terlebih dahulu untuk mengetahui harga genteng dari berbagai material secara lengkap agar jenis genteng yang Anda pilih adalah yang terbaik dalam rentang bujet yang Anda miliki.

Ada beberapa pertanyaan penting yang harus Anda tanyakan kepada diri Anda sebelum memilih jenis atap untuk rumah Anda, antara lain:

  1. Berapa berat maksimal bahan atap yang dapat ditopang oleh beton penyusun bangunan?
  2. Apakah jenis atap tersebut hadir dalam berbagai gaya dan warna yang dapat selaras dengan warna utama rumah Anda?
  3. Apakah jenis atap tersebut memerlukan jenis pemasangan dan perawatan khusus?
  4. Apakah material atap dapat tahan terhadap cuaca ekstrem?

Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas beserta bujet maksimal yang telah Anda sisihkan untuk masalah atap atau genteng, hal selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah macam-macam jenis material genteng yang biasa digunakan masyarakat pada umumnya, yang masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk menambah pengetahuan Anda, berikut ulasannya untuk Anda!

  • Tanah Liat

Jenis genteng atau atap dengan material tanah liat sudah sangat umum digunakan di kalangan masyarakat. Ragam atap ini dibuat dengan cara dipadatkan, dibentuk, lalu dibakar. Salah satu kelebihan atap jenis ini adalah sangat tahan terhadap terpaan angin atau intensitas hujan yang tinggi. Meskipun tidak memiliki begitu banyak variasi bentuk dan ukuran, atap dengan bahan penyusun tanah liat memiliki harga yang cukup terjangkau. Namun tidak hanya terjangkau, atap jenis ini juga cukup awet, tidak mudah lapuk, terbakar, atau rusak karena serangga.

Dalam penggunaannya, dibutuhkan rangka dan dipasang dengan kemiringan tertentu. Agar semakin aman, digunakan teknik pemasangan kunci atau kaitan pada rangka penopang.

  • Beton

Penggunaan atap dengan material beton memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan dengan atap yang terbuat dari tanah liat, sehingga Anda harus mengkalkulasi dengan tepat berapa bobot maksimal yang dapat ditopang oleh rangka bangunan rumah Anda. Kabar baiknya, atap jenis ini memiliki ketahanan yang lebih baik dalam segala cuaca, bahkan kondisi cuaca ekstrim sekalipun. Dengan menggunakan campuran semen dan bahan-bahan lainnya, atap beton juga akan lebih tahan terhadap gejala pelapukan dan api. Atap beton ini didesain dalam bentuk yang cukup bervariasi, bisa bergelombang, bisa juga datar. Warnanya pun tidak kalah bervariasi. Dengan sedemikian banyak kelebihan yang dimiliki atap jenis ini, tak heran memang kalau atap beton dibanderol dengan harga yang cukup tinggi.

  • Metal

Atap bermaterial metal biasanya berbentuk lembaran dan terbuat dari baja lapis ringan. Tidak hanya lembaran, atap metal pun bisa dibuat menyerupai jenis lain, seperti genteng tanah liat, atau beton.

Karena atap metal memiliki bobot yang cukup ringan, beban yang harus dipikul rangka atap dan rangka bangunan juga akan berkurang. Kelebihan lain dari jenis atap bermaterial metal ini dilengkapi dengan teknologi yang membuatnya bisa memantulkan panas sehingga rumah terasa sejuk. Jenis ini juga ramah lingkungan karena dapat didaur ulang, tahan terhadap api dan karat, dan tidak memerlukan perawatan khusus. Untuk dapat menggunakan atap jenis ini, sayangnya Anda juga harus merogoh kocek agak dalam.

  • Asbes

Bahan satu ini barangkali sudah dikenal oleh masyarakat. Asbes memiliki sifat yang ringan dan tahan lama. Karakteristik material asbes dapat membuat rumah sejuk karena jenis ini tidak menyerap panas. Namun, asbes  cenderung mudah retak, dan ketika atap asbes mengalami kerusakan, cara terbaik adalah dengan menggantinya secara keseluruhan, yang berarti Anda harus selalu siap dengan biaya reparasi. Selain itu, serat asbes juga mudah lepas dan beterbangan sehingga dapat membahayakan kesehatan, terutama kesehatan organ respirasi. Meskipun begitu, atap jenis ini dijual di pasaran dengan harga yang cukup terjangkau.

  • Seng

Jenis atap dengan material seng tentu sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Bahan seng memang sudah banyak digunakan oleh banyak keluarga Indonesia, karena harganya yang murah, dan tahan lama, namun bahan seng ternyata juga memiliki beberapa kekurangan.

Adalah sifatnya yang cenderung tidak memantulkan panas dari luar sehingga membuat udara di dalam rumah terasa tidak begitu nyaman. Selain itu, material seng juga mudah berkarat dan tak terlalu menarik dari sisi penampilan.

  • Keramik

Jenis ini berbahan dasar tanah liat yang memiliki finish glazur pada bagian atasnya. Oleh sebab itu, jenis atap berbahan keramik ini tampak licin, mengkilap, dan terdiri dari banyak pilihan warna. Bahan keramik termasuk salah satu bahan atap yang tahan lama, ketahanan warnanya cukup lama, dan tidak memerlukan pengecatan ulang. Namun, pemasangan atap jenis keramik ini memerlukan kemiringan minimal 30 derajat agar air hujan dapat mengalir dengan baik dan material atap tidak akan mudah terlepas saat diterpa angin.

Demikianlah enam material atap yang paling umum digunakan oleh masyarakat Indonesia. Setelah mengetahui jenis-jenis, kelebihan, kekurangan, dan harga masing-masing jenis atap, kini Anda tentu sudah mengetahui material apa yang paling tepat untuk kebutuhan atap Anda, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *